SchoolCurriculum
Kurikulum yang digunakan di Sekolah Kreatif mengacu pada kurikulum pendidikan dasar Muhammadiyah yang telah di desain sedemikian rupa sehingga tidak memberatkan anak. Sekolah Kreatif juga membekali materi yang disebut Transforable Knowledge dan life skill, yaitu kemampuan menggali informasi, mengolah dan menganalisis informasi, mengambil keputusan, bekerja sama dan berkomunikasi dengan pihak lain. Semua mata pelajaran ini diaplikasikan secara integral sehingga pelajaran tidak berjalan secara terpisah melainkan saling mengisi.
Struktur Program/Alokasi Waktu Mapel Sekolah Kreatif (Dikdasmen Muhamadiyah & Diknas 2004)
|
No |
Mata Pelajaran |
Alokasi Waktu |
|
I-II |
III-IV |
V-VI |
|
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. |
Religion Ngaji Morning PPKn Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sains Sosial Bahasa Jawa Bahasa Jepang Musik Art Penjaskes Assemblye |
4 4 2 6 4 6 2 2
*) 2 2 2 1**) |
6 4 2 6 4 8 5 4 2 2 2 2 2 1**) |
6 4 2 8 3 10 6 5 2 2 2 2 2 1**) |
| |
Jumlah |
37 |
50 |
55 | Catatan: *) Disesuaikan dengan sikon **) Dua minggu sekali
AKTIVITAS SISWA :
|
No |
Waktu |
Aktivitas |
|
1. 2. 3. 4. 5. 6. |
07.30 - 08.00 08.00 - 10.20 10.20 - 10.40 10.40 - 11.50 11.50 - 12.50 12.50 - 14.35
|
Ngaji Morning Proses Belajar istirahat Proses Belajar Isoma Proses Belajar |
METODE PEMBELAJARAN :
a. Pembelajaran Edutainment (education entertainment) Learning by Moving and Doing, Learning by Talking and Learning, Learning by observing and picturing, Learning by problem and reflecting.
b. Aplikasi Pembelajaran Edutainment Belajar melalui bermain untuk mengaspirasikan emosi siswa melalui kegiatan tersebut yang kemudian diajak mengerjakan materi pelajaran pada saat itu. Mengenal benda dan obyek secara konkret dengan pembelajaran di luar kelas, memberikan ruang gerak yang cukup dan mendorong berkembangnya daya nalar dan kreativitas anak.
Lembar Kerja Kreatif (LKK) dibuat bervariatif dan kreatif dengan memanfaatkan banyak kertas. Hasil pekerjaan siswa dipajang dinding pamer kelas selama 2-3 minggu.
Sekolah Kreatif tidak menggunakan buku paket tertentu. Penyeragaman dan pembatasan literatur dihindari sehingga siswa boleh memperoleh bahan pelajaran dari sumber apa saja sepanjang relevan seperti dari buku-buku perpustakaan, majalah, jurnal, VCD, siaran TV, praktisi, hingga internet. Setiap kelas terdapat perpustakaan mini, komputer, dan rak folder siswa.
c. Model Evaluasi Dalam evaluasi tidak berlaku lagi model konvensional. Penilaian tidak hanya secara kuantitatif (angka-angka di raport) tetapi juga secara kualitatif dalam bentuk narasi. Sisi yang dievaluasi tidak hanya kompetensi akademik dan ketrampilan motorik, tetapi juga ketrampilan sosial, kepribadian dan leadership.
|
|
|
|
ReadArticles
Display Class Media Pembelajaran Asyik
Tugas Akhir Rangsang Siswa Menjadi Kreatif, Inovatif dan Berkarakter Positif
Because, THE SCHOOL IS NOT A FACTORY!
MENDIDIK ANAK BERTANGGUNG JAWAB
LINGKUNGAN SEBAGAI SIMBOL DALAM PEMBELAJARAN
PERAN GURU DALAM MEMBANGUN KEJUJURAN AKADEMIK IDEALISME SANG GURU UNTUK PENDIDIKAN YANG LEBIH BAIK
TEACHING ENGLISH USING HIP-HOP IN SD KREATIF MUHAMMADIYAH 16 SURABAYA
Membangun Empati Anak Sejak Dini di Sekolah Kreatif
SEKOLAH INKLUSI : SOLUSI PENDIDIKAN UNTUK SEMUA
Kata Kunci itu Bernama Kreativitas
|