Kata Kunci itu Bernama Kreativitas
Puncak dari kemampuan berfikir adalah kreativitas.Dalam hirarkhi berfikir
yang disusun oleh krulik,creative thingking juga diletakkan pada puncak tangga
paling atas.
Kreativitaslah yang membuat manusia menjadi survive,bertahan
hidup, dan menjadi eksis. Segala bentuk kebudayaan tidak lain adalah buah dari
kreativitas.
Dengan berbekal kreativitas manusia memecahkan problema
hidup dan menjalaninya. Begitu urgen kata kreatif itu. Dan itulah salah satu
alasan mengapa kemudian SD Muhammadiyah 16 Surabaya mengembangkan diri sebagai
sekolah kreatif.
Kehidupan saat ini agaknya bukan lagi seperti naik
kereta api dengan jadwal teratur,bergerak dari satu stasiun ke stasiun
berikutnya sesuai dengan program dan jadwal.
Pakar bisnis Brian Clegg
& Paul Brich menyebut pola kehidupan modern lebih mirip naik roller coaster,
jet kereta luncur yang kehilangan rel penuntunnya. Ia bergerak berkelok, meliuk
mendadak tanpa terduga. Hanya ada satu cara agar dapat bertahan dalam kehidupan
seperti itu:kreativitas.
Kini belajar dan bekerja dengan keras tidaklah
memadai lagi. Kita juga harus belajar dan bekerja dengan cerdas. Bahkan lebih
jauh kita harus senantiasa mengembangkan cara belajar dan bekerja yang kreatif.
Berfikir kreatif berarti bernalar dengan mengembangkan daya cipta, mengurai
ide-ide, serta memecahkan masalah (problem solving).
Kompetisi yang
semakin sulit dimasa mendatang menjadi tantangan yang berat bagi anak-anak kita
di saat mereka dewasa kelak. Bekal pengetahui (hafalan)tidak lagi memadai sebab
perkembangan pengetahuan dan informasi demikian pesat. Dalam waktu yang
relatif pendek banyak pengetahuan menjadi basi, banyak ketrampilan menjadi
tak berguna lagi. Tengok saja kecepatan perubahan program computer. Dulu kita
tekun belajar program lotus, ws, sekarang sudah tak terpakai lagi, diganti
program yang lebih canggih lagi.
Maka yang dibutuhkan bukan cuma
penumpukan informasi yang banyak di otak siswa,tetapi melatih mereka terampil
mengolah info yang diterima agar menjadi sesuatu yang berguna bagi kehidupannya.
Mengasah kreativitasnya agar selalu menemukan jalan keluar di saat terbentur
tembok masalah.
Tetapi mengembangkan kreativitas di lembaga pendidikan
bukanlah perkara gambang. Ini terdengar ironi memang,tetapi begitulah. Pasalnya
kreativitas tidak begitu disukai karena kerap melawan keinginan dan konvesi yang
ada di benak guru. Sisem pendidikan kita didesain agar anak dapat menempuh
ujian, bukan menempuh hidup. Sementara kreativitas sering mencari jalannya
sendiri, keluar dari pakem dan keumuman menjadi kreatif juga berarti siap
menanggung risiko disebut bodoh.
Membangun budaya kreatif tidak lain
adalah membangun sikap yang terbuka dan toleran. Salah satu cara selalu berusaha
untuk lebih baik. |
|
|
|
OtherArticles
PERAN GURU DALAM MEMBANGUN KEJUJURAN AKADEMIK IDEALISME SANG GURU UNTUK PENDIDIKAN YANG LEBIH BAIK
TEACHING ENGLISH USING HIP-HOP IN SD KREATIF MUHAMMADIYAH 16 SURABAYA
PERAN BERMAIN DALAM OPTIMALISASI GERAK BAGI SISWA SEKOLAH DASAR
Membangun Empati Anak Sejak Dini di Sekolah Kreatif
Sekolah Tanpa Perpustakaan, Ibarat Tubuh Tak Berjantung
SEKOLAH INKLUSI : SOLUSI PENDIDIKAN UNTUK SEMUA
Kata Kunci itu Bernama Kreativitas
Sekilas Tentang Pembelajaran Tematik
|